Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

​Tolak Relokasi, Ratusan Jagal Pegirian Geruduk DPRD Surabaya dengan Bawa Sapi

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Jan - 2026, 15:36

Placeholder
Demo di kantor DPRD Surabaya

JATIMTIMES – Ratusan massa yang tergabung dalam Paguyuban Jagal dan Pedagang Daging Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (12/1/2026). 

Aksi tolak relokasi ini merupakan bentuk protes keras terhadap rencana Pemerintah Kota Surabaya merelokasi operasional RPH Pegirian ke kawasan Oso Wilangun.

Baca Juga : Pamit Beli Ayam, Warga Ngentrong Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Neyama

​Ada yang unik dalam demonstrasi kali ini. Selain membawa spanduk tuntutan, massa juga membawa tiga ekor sapi hidup sebagai simbol perlawanan. Suasana sempat memanas saat massa bersikeras membawa hewan ternak tersebut masuk ke halaman kantor wakil rakyat, yang memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.

​Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Surabaya. Mereka menilai pihak legislatif tidak berpihak pada nasib para jagal yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidup di Pegirian.

​"Kami datang karena kecewa. Seharusnya DPRD memfasilitasi rakyat, bukan justru terkesan bersama-sama mengusir kami. Ingat, kalian dipilih oleh suara rakyat!" teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

​Massa menegaskan bahwa penolakan ini bukan sekadar masalah lokasi, melainkan soal keberlangsungan ekonomi keluarga yang sudah diwariskan turun-temurun. Mereka bahkan mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar jika aspirasi mereka tetap diabaikan.

​Menanggapi demo ini, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M. Faridz Afif, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa relokasi RPH sebenarnya merupakan kebijakan lama yang sudah direncanakan secara matang oleh Pemerintah Kota Surabaya.

​Faridz menyayangkan aksi protes yang baru memuncak saat pembangunan di lokasi baru sudah berjalan. Menurutnya, Komisi B telah berulang kali melakukan mediasi untuk mencari jalan tengah.

Baca Juga : Kecelakaan Viral 2 Motor Matic di Pakis: 1 Korban Tewas, 3 Luka-Luka

​"Kami sudah tawarkan solusi, termasuk penyediaan kendaraan pengangkut daging agar distribusi dari Oso Wilangun ke pasar tetap tepat waktu. Namun, pihak mitra jagal tetap pada pendirian 'harga mati' tidak mau pindah," ujar Faridz.

​Ia juga mengungkapkan bahwa pada pertemuan mediasi ketiga, perwakilan paguyuban memilih untuk walk out sebelum pembahasan selesai, meski instansi terkait sudah hadir untuk memberikan penjelasan.

​Meski relokasi tetap akan dijalankan sesuai rencana pembangunan kota, Faridz memastikan bahwa DPRD Surabaya tidak akan lepas tangan. Pihaknya berjanji akan terus mengawal proses transisi agar tidak merugikan mata pencaharian para pedagang dan jagal.

​"Kami akan terus memfasilitasi dan mencari solusi atas keluhan yang muncul agar proses relokasi ini berjalan baik bagi semua pihak," pungkasnya.


Topik

Peristiwa tolak relokasi demo rph pegirian dprd kota surabaya



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Nurlayla Ratri