Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Jerman Suka Alat Dapur, Turki Sering Pesan Alat Pijat

Penulis : Nurliana Ulfa - Editor : Redaksi

06 - Feb - 2016, 14:54

Placeholder
SUDAH EKSPOR: Seorang pekerja sedang memotong gagang centong di Dusun Rejoso, Junrejo. (foto: Nurliana Ulfa/batutimes.com)

Bisnis kerajinan tangan di Dusun Rejoso Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu ternyata lebih cepat mengenalkan nama Kota Batu di dunia internasional.

Kerajinan tangan dari bahan kayu sonokeling, batok kelapa, hingga batu mampu menembus Jerman hingga Turki.

Hasil kerajinan itu misalnya alat pijat refleksi tradisional, centong nasi, cobek, gantungan kunci, mainan anak-anak.

Tunik Zulaikah, salah seorang pengusaha kerajinan tangan di Dusun Rejoso menjadi langganan para turis asing yang melancong ke Kota Batu.

”Awalnya mereka melihat-lihat di galeri saya. Lalu tertarik membeli kerajinan tangan tersebut,” ungkap wanita yang memulai bisnis produksi kerajinan tangan sejak tahun 1997 ini.

Kemudian para turis asing tersebut memesan produknya lebih banyak dan minta dikimkan ke negara asalnya. Kiriman pun mengalir ke Malaysia, Korea Selatan, Turki, dan Jerman.

Wanita 48 tahun ini mengatakan, langganannya dari Jerman lebih menyukai alat-alat dapur dari kayu, seperti centong nasi, cobek, penciduk sayur dari batok kelapa, talenan, dan solet.

Sedangkan langganan dari Turki lebih menyukai alat-alat pijat refleksi tradisional. Alat pijat tersebut tidak diberi cairan pemoles untuk menghaluskan permukaan. Namun hanya digosok menggunakan kain agar permukaan alat pijat ini mulus.

Di Kota Batu, Tunik memasarkan produknya di toko-toko kerajinan. Sedangkan di Indonesia, Tunik menjualnya di hampir setiap pulau, mulai Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, dan Papua.

Penjualan alat pijat refleksi ini dibanderol dari harga Rp 2.000 hingga Rp 25.000, tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya. (*)


Topik

Ekonomi Kota-Wisata-Batu alat-pijat-refleksi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurliana Ulfa

Editor

Redaksi

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi