Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

KH Fattah Yasin, Pejuang Bangsa Asli Kampung Kawatan Surabaya

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

13 - Feb - 2026, 12:38

Placeholder
Bedah Buku _KH Abdul Fattah Yasin

JATIMTIMES - Bedah Buku KH Abdul Fattah Yasin: Teladan Aktivis & Pejuang Bangsa, digelar di Warung Kampung Kawatan, Kamis (12/2) malam. Acara dihadiri puluhan aktivis dan pecinta sejarah Kota Pahlawan.

Kegiatan ini menghadirkan Dr Wasid Mansyur, penulis buku dan dosen pascasarjana UIN Sunan Ampel. Sebagai pembanding, hadir Dr Ahmad Karomi (dosen Universitas Yudharta Pasuruan), Dr Yahya Muhammad (pegiat historiografi) dan Mukani (aktivis literasi).

Baca Juga : PFI Malang Salurkan Bantuan Gizi untuk Siswa Korban Erupsi Semeru di Supiturang Lumajang

Ketua panitia Wildan Ainur Aditya menjelaskan pemilihan kampung Kawatan sebagai lokasi bedah buku. "Di kampung inilah KH Fattah Yasin lahir lalu menggerakkan roda perlawanan ke Belanda hingga menjadi menteri selama 10 tahun," ujarnya.

Saat memaparkan materi, Dr Wasid menjelaskan Kiai Fattah pernah menjadi Menteri Urusan Sosial dan Menteri Penghubung Alim Ulama. "Itu sejak era pemerintahan Soekarno," ujarnya.

Kiai Fattah, lanjutnya, pernah menjadi inisiator perdirinya Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). "Saya pernah kroscek ke markasnya di Malang sana," imbuhnya. 

Dia menambahkan, Kiai Fattah pernah menjadi Ketua Persatuan Tani Nahdlatul Ulama (Pertanu). "Periode pertama sebelum 1963, Pertanu fokus tidak hanya mengurusi pertanian, tapi juga pertanahan merespon pemberlakuan UU Agraria," imbuhnya.

Kiai Fattah juga diakui pernah menjadi anggota Hisbullah. Ini sebuah laskar yang dibentuk Masyumi menyongsong lndonesia merdeka. "Tidak heran jika Kiai Fattah terdepan membela Yayasan Khadijah Wonokromo saat hendak diserobot tanahnya oleh PKI," kenangnya.

Dia mengakui kesulitan terbesar saat menyusun buku adalah akses memperoleh data. "Buku setebal 207 halaman ini saya susun sejak Januari 2026 kemarin, kadang dilempar sana sini saat mau mencari data," kisahnya.

Ketokohan Kiai Fattah diakui Dr Yahya Muhammad. "Gelar haji yang disandang saat itu sebagai bentuk pengakuan keilmuannya dalam lslam, termasuk kiprahnya saat menggerakkan kader NU di Surabaya untuk melawan Belanda," ujarnya.

Baca Juga : Penanganan Pohon Tumbang Rusak Rumah Warga Tertunda Hujan Lebat, Kerugian Capai Rp 10 Juta

Hal senada disampaikan Dr Ahmad Karomi. Pria berkacamata ini menegaskan, sebagai murid Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Fattah diakui tokoh penting di Surabaya. 

"Terutama dalam membela kaum petani di Surabaya saat itu," ujarnya. Ini karena Syaikhona Kholil, lanjutnya, menggerakkan kader tidak hanya di Surabaya. "Tapi di seluruh pulau Jawa dan Madura," imbuhnya.

Apresiasi tinggi diberikan Mukani dalam menulis tokoh. "Apa yang dilakukan Dr Wasid seperti yang dilakukan Jimmy Breslin tahun 1963," ujarnya. "Di saat orang banyak membahas penembakan Presiden Ameria John F Kenedy oleh Lee Harvey Oswald, tapi Breslin menulis Clifton Pollard di New York Tribune," imbuhnya.

Pollard adalah pria 42 tahun yang menggali kubur buat Presiden Kenedy. "Jadi yang ditulis Mas Wasid bukan tokoh-tokoh besar NU, tapi tokoh yang juga nyata aksinya meski tidak disorot kamera," pungkasnya.


Topik

Peristiwa kh fattah yasin sejarah surabaya bedah buku



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa