Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Rahasia Bahagia Saat Berbuka, Wakil Rektor Unisma Beberkan Sunah Berbuka yang Penuh Keberkahan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Mar - 2026, 12:01

Placeholder
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Universitas Islam Malang, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd. (ist)

JATIMTIMES - Kebahagiaan seorang muslim saat Ramadan sering kali memuncak ketika azan magrib berkumandang. Rasa lega, syukur, dan haru menyatu setelah seharian menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu. Momen itu bukan sekadar waktu makan, tetapi ruang perjumpaan antara ketaatan hamba dan kasih sayang Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni Universitas Islam Malang, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd. Menurutnya, puasa merupakan perintah langsung dari Allah SWT dengan tujuan utama membentuk pribadi bertakwa.

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Rumah Tanggamu dengan Sabun Nuvo di Promo Ramadhan Blibli

"Anak muda harus berpuasa dan taat menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Tujuan puasa itu agar kita menjadi pribadi yang bertakwa," ujarnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, kebahagiaan saat berbuka bukan tanpa alasan. Seharian penuh seseorang berlatih menahan diri, menjaga lisan, serta mengendalikan emosi. Ketika waktu berbuka tiba, rasa syukur itu hadir sebagai bentuk penghargaan atas ketaatan yang telah dijalani.

"Ada pertemuan antara ketaatan seorang hamba dan rahmat Allah SWT di waktu berbuka. Itulah yang membuat hati terasa begitu bahagia," jelasnya.

Terkait sunah berbuka puasa, Yunus mengingatkan agar umat Islam tidak menunda ketika azan magrib telah berkumandang. Menyegerakan berbuka menjadi anjuran Rasulullah SAW. Namun, ia menekankan agar tidak berlebihan dalam menyantap hidangan.

"Nabi mencontohkan berbuka dengan air dan kurma secukupnya. Jangan langsung makan terlalu kenyang karena kita masih punya kewajiban salat magrib," katanya.

Ia mengingatkan, kondisi perut yang terlalu penuh justru bisa membuat seseorang malas beribadah setelahnya. Padahal, Ramadan juga diisi dengan salat isya dan tarawih yang memerlukan kesiapan fisik.

Selain itu, waktu menjelang dan setelah berbuka termasuk saat mustajab untuk berdoa. Yunus mengajak umat Islam memperbanyak doa dan memohon ampun agar ibadah puasa yang dijalani diterima Allah SWT.

"Kita dianjurkan memperbanyak doa. Mudah-mudahan dosa kita diampuni dan puasa kita diterima," tuturnya.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah kebersamaan. Ia menyarankan agar berbuka tidak dilakukan seorang diri bila memungkinkan. Makan bersama keluarga, sahabat, atau teman dapat menghadirkan keberkahan dan mempererat silaturahmi.

Baca Juga : MIN 2 Kota Malang Umumkan Hasil Seleksi Jalur Prestasi Tahun Ajaran 2026/2027

"Ada keberkahan ketika kita berbuka bersama. Bahkan memberi makan orang yang berpuasa juga mendatangkan pahala seperti orang yang berpuasa itu sendiri," ungkapnya.

Mengenai jenis makanan, Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma karena kandungan gizinya yang baik untuk tubuh setelah seharian berpuasa. Yunus juga mengingatkan agar tetap bijak memilih menu, terutama bagi mereka yang sudah tidak lagi berusia muda.

"Kalau anak muda mungkin lebih bebas. Tapi kalau sudah usia seperti saya, gorengan, makanan terlalu manis atau pedas sebaiknya dibatasi," ujarnya sambil tersenyum.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa berbuka puasa bukan ajang melampiaskan selera makan. Momentum tersebut seharusnya menjadi sarana memperkuat rasa syukur sekaligus menumbuhkan empati sosial. Tidak sedikit masyarakat yang merasakan lapar setiap hari, sementara umat Islam hanya diuji dalam hitungan jam.

"Kita ini hanya diuji lapar beberapa jam saja. Itu menjadi pengingat agar kita lebih peduli kepada sesama," katanya.

Di penghujung perbincangan, Yunus mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai titik balik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia berharap nilai ketakwaan yang menjadi tujuan puasa benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

"Mari jadikan Ramadan momentum memperbaiki diri. Semoga puasa kita diterima dan Allah senantiasa membimbing kita semua," pungkasnya.


Topik

Pendidikan Buka Puasa Unisma Wakil Rektor Unisma Sunah Berbuka Keberkahan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan