JATIMTIMES – Insiden kebakaran menimpa rumah warga di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Rabu (4/3/2026) malam. Sebuah rumah nyaris ludes terbakar, diduga kuat kebakaran dipicu oleh adanya gangguan kelistrikan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat.
Laporan kebakaran diterima oleh Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu sekitar pukul 18.58 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu anggota yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tepatnya di sebuah rumah milik warga bernama Donafeng di Jalan Wukir RT 01 RW 03, Temas.
Baca Juga : Diterjang Angin Kencang, Atap Kanopi Markas Damkarmat Kota Batu Ambruk
Kepala Dinas Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan, sebanyak 8 personel dari Regu Jaya langsung diterjunkan ke lokasi. Dua armada andalan, yakni Unit Gajah 3 dan Unit Supply, turut dikerahkan untuk melakukan penanganan.
"Personel dan armada tiba di lokasi kejadian pada pukul 19.07 WIB. Beruntung, saat petugas sampai, warga sekitar sudah bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara mandiri," ungkap Agung Sedayu salam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan hasil investigasi petugas di lapangan, sumber api diduga berasal dari unit televisi milik pemilik rumah. Diduga terjadi korsleting listrik pada perangkat elektronik tersebut setelah terkena tetesan air yang bocor dari genteng rumah.
"Kebocoran air dari atap mengenai televisi sehingga memicu hubungan arus pendek atau korsleting. Hal inilah yang kemudian memunculkan percikan api dan membakar area di sekitarnya," jelasnya.
Berkat kesigapan warga dan pendampingan dari petugas Damkarmat, api tidak sampai merembet ke bagian bangunan lainnya. Petugas menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada titik api ( hotspot ) yang tersisa sebelum kembali ke mako.
Operasi penanganan darurat kebakaran ini dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 19.40 WIB setelah armada dan seluruh personel dipastikan kembali ke mako dalam keadaan aman.
Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp 3 juta. Meski nilainya tidak terlalu besar, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik saat musim hujan.
"Kami mengimbau warga untuk rutin mengecek kondisi atap rumah yang bocor, terutama jika posisinya berada di atas perangkat elektronik atau instalasi kabel listrik. Hal sepele seperti kebocoran genteng bisa berakibat fatal jika terjadi korsleting," tambah Agung.
