Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkot Dorong Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik, Bagaimana Respons Pedagang?

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Mar - 2026, 13:48

Placeholder
Aktivitas jual beli di Pasar Induk Among Tani menggunakan plastik untuk kemasan. Pemkot Batu mendorong pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai untuk mengurangi sampah. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Batu tengah mengakselerasi transformasi Pasar Induk Among Tani menjadi pasar yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya, saat ini Pemkot mendorong pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Tak lain, untuk menekan volume sampah dan residu yang sulit terurai.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, menegaskan bahwa manajemen sampah di hulu menjadi harga mati demi keberlanjutan lingkungan pasar. Dimulai dengan penguatan strategi Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). 

Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan

"Kami mengimbau pedagang dan pembeli untuk aktif mereduksi plastik sekali pakai. Gunakan kantong belanja yang bisa dipakai ulang atau bawa tumbler sendiri. Tujuannya agar sampah yang dibuang ke TPA benar-benar berkurang drastis," tegas Dian, Selasa (17/3/2026).

Selain plastik, Dian mendorong optimalisasi TPS3R di kawasan pasar untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Ia juga meminta para distributor tetap menggunakan kembali (reuse) media pengiriman seperti peti kayu dan keranjang guna meminimalisir tumpukan residu.

Namun, kebijakan ini memicu diskusi hangat di kalangan pedagang yang menagih solusi konkret terkait wadah pengganti. Sejumlah pedagang merespons hal tersebut. Mereka mengaku mulai melakukan upaya mandiri. Tutik, pedagang bunga di Zona 8, mencontohkan penggunaan daun pisang sebagai pembungkus bunga segar. Namun, ia mengeluhkan keterbatasan stok bahan alami tersebut di pasar.

"Kami mendukung, tapi kalau daun pisang saja stoknya terbatas, kami pakai apa? Sebaiknya pemerintah tidak hanya menerbitkan aturan, tapi juga memberikan solusi atau menyediakan bahan penggantinya," ujar Tutik saat ditemui di Pasar Among Tani, belum lama ini.

Senada dengan itu, Sri Astuti, pedagang di Zona 7, menyebutkan bahwa meski kesadaran pembeli untuk membawa kantong sendiri mulai meningkat, kendala teknis tetap ada pada komoditas berat seperti buah dan sayur.

Baca Juga : Bertahan sejak 2005, Opak Gambir “Maharis” Jaga Rasa di Tengah Gempuran Kue Modern

Sri berharap Pemkot Batu proaktif menggencarkan edukasi dan mempertimbangkan opsi subsidi alat pembungkus ramah lingkungan. 

Ia menilai, butuh penyesuaian antara aturan pemerintah dan kesiapan pedagang, sekaligus menjadi pelopor dalam kelestarian lingkungan.

"Kalau belanjaannya banyak dan berat, mau dibungkus pakai apa kalau bukan plastik atau tas belanja yang kuat? Faktor kekuatan bahan jadi pertimbangan kami agar barang tidak rusak sampai di rumah konsumen," tutur Sri.


Topik

Pemerintahan kota batu pasar induk among tani sampah plastik



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan