JATIMTIMES - Lonjakan prestasi ditorehkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dalam kurun waktu singkat. Sejak Januari hingga 9 Maret 2026, madrasah ini berhasil mengumpulkan 607 capaian di berbagai ajang, mulai dari tingkat kota hingga internasional.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat konsistensi MIN 1 Kota Malang dalam membangun kultur kompetitif di lingkungan pendidikan dasar berbasis keagamaan. Tidak hanya dari sisi kuantitas, ragam prestasi yang diraih juga menunjukkan sebaran kualitas siswa yang merata di berbagai bidang.
Baca Juga : Dari Malang Fashion Runway hingga Japan Festival, Ini Daftar Event Matos Malang 2026
Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj Siti Aisah SAg MPd, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. "Alhamdulillah, kami selalu meraih prestasi baik di tingkat kota, provinsi, nasional, maupun internasional, termasuk dalam ajang-ajang besar," ujarnya.
Menurutnya, capaian ini bukan hasil instan. Ada peran kolektif yang saling menguatkan antara siswa, guru, dan orang tua. Namun ia menegaskan bahwa faktor paling menentukan tetap datang dari dalam diri siswa. Semangat berkompetisi dan tekad untuk menjadi yang terbaik menjadi energi utama yang terus mendorong lahirnya prestasi demi prestasi.
Budaya tersebut sejalan dengan semboyan yang selama ini dipegang teguh, yaitu “Tiada Hari Tanpa Prestasi”. Kalimat ini tidak sekadar menjadi slogan, melainkan telah menjelma sebagai budaya belajar yang hidup di lingkungan madrasah. Siswa didorong untuk terus mengasah kemampuan, berani tampil, dan mengembangkan potensi diri di berbagai panggung kompetisi.
Pihak madrasah juga tidak berhenti pada pencapaian yang ada. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan terarah agar capaian tersebut bisa dipertahankan sekaligus ditingkatkan. "Kami berharap prestasi-prestasi ini juga memotivasi siswa-siswi lainnya untuk menorehkan pencapaian serupa. Tentunya hal ini kami dukung dengan pembinaan yang dilakukan secara intensif," tegas Siti Aisah.
Secara profil, MIN 1 Kota Malang dikenal sebagai madrasah digital moderat yang menggabungkan penguatan iman, karakter, dan kecakapan akademik. Model pendidikan yang diterapkan menekankan keseimbangan antara ilmu agama dan pengetahuan umum, dengan orientasi membentuk generasi yang adaptif di era modern.
Selama enam tahun masa pendidikan, siswa dibekali tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga nilai-nilai akhlakul karimah, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan. Hal ini diperkuat dengan status madrasah sebagai Sekolah Adiwiyata, yang menuntut keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Baca Juga : Transaksi QRIS di Kota Malang Tembus Rp 12,9 Triliun pada 2025, Didominasi UMKM dan Anak Muda
Mutik Atul Khoiriyah, S.Pd selaku Koordinator Bidang Humas dan SDM menambahkan bahwa
dari total 607 prestasi yang diraih, rincian capaian menunjukkan dominasi di tingkat nasional dan internasional. "Prestasi internasional tercatat sebanyak 151, nasional 215, provinsi 73, dan tingkat kota 168. Angka ini menegaskan bahwa daya saing siswa tidak hanya kuat di level lokal, tetapi juga mampu menembus panggung global," katanya, Jumat, (21/3/2026).
Lebih lanjut, menurutnya distribusi prestasi tersebut mencerminkan strategi pembinaan yang terstruktur. Setiap siswa diarahkan sesuai minat dan bakatnya, sehingga peluang meraih prestasi dapat dimaksimalkan di berbagai level kompetisi.
Dengan kombinasi antara sistem pembinaan yang matang, budaya kompetitif yang sehat, serta dukungan ekosistem pendidikan yang solid, MIN 1 Kota Malang terus memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah unggulan. Tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
