Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Tak Hanya Ibadah di Gereja, Ini Tradisi Unik Jumat Agung di Berbagai Daerah Indonesia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

02 - Apr - 2026, 11:45

Placeholder
Ilustrasi Jumat Agung. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Jumat Agung bukan hanya tentang suasana khusyuk di dalam gereja. Di berbagai penjuru Indonesia, hari suci ini juga hadir lewat tradisi-tradisi unik yang dijalankan masyarakat secara turun-temurun, menghadirkan nuansa peringatan yang lebih hidup dan penuh makna.

Dari prosesi hening hingga ritual budaya yang sarat simbol, setiap daerah punya cara sendiri dalam mengenang wafatnya Yesus Kristus. Keberagaman ini bukan hanya memperkaya perayaan Jumat Agung, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai iman dapat berpadu harmonis dengan kearifan lokal.

Baca Juga : Kamis Putih 2026: Ini Makna dan Jadwal Lengkap Rangkaian Pekan Suci hingga Paskah

Ragam Tradisi Jumat Agung di Indonesia

Setiap daerah memiliki cara unik dalam mengenang Jumat Agung. Perpaduan antara nilai spiritual dan budaya lokal membuat perayaan ini terasa lebih hidup dan beragam. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah tradisi unik Jumat Agung di Indonesia. 

1. Buha-Buha Ijuk – Sumatera Utara

Di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Jumat Agung dimulai sejak dini hari melalui tradisi Buha-Buha Ijuk. Sekitar pukul 04.00 pagi, bunyi lonceng gereja menjadi tanda dimulainya ritual.

Warga kemudian berjalan bersama menuju makam keluarga. Di sana, mereka berdoa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini juga dimaknai sebagai simbol kisah Maria Magdalena yang datang ke makam Yesus saat fajar sehingga sarat nilai spiritual.

2. Jalan Salib di Gunung Gandul – Wonogiri, Jawa Tengah

Prosesi Jalan Salib memang umum dilakukan saat Jumat Agung. Namun di Wonogiri ada yang berbeda. Umat di Wonogiri menjalani ritual ini dengan mendaki Gunung Gandul sambil memanggul salib berukuran besar.

Medan yang menanjak dan melelahkan menjadi simbol penderitaan Yesus saat menuju penyaliban di Golgota. Pengalaman fisik ini membuat umat bisa merasakan makna pengorbanan secara lebih mendalam.

3. Semana Santa – Larantuka, Flores Timur

Larantuka dikenal dengan tradisi Semana Santa yang sudah berlangsung lebih dari 500 tahun. Tradisi ini merupakan warisan budaya Portugis yang masih terjaga hingga sekarang.

Puncaknya terjadi saat Jumat Agung, ketika patung Yesus dan Bunda Maria diarak dalam prosesi hening. Jalanan diterangi cahaya lilin, menciptakan suasana yang sangat sakral. Ribuan umat dan peziarah biasanya datang untuk mengikuti prosesi ini setiap tahun.

4. Kure – Noemuti, Nusa Tenggara Timur

Di Noemuti, tradisi Kure dilakukan dengan cara sederhana namun penuh makna. Umat berjalan dari rumah ke rumah sambil membawa simbol keagamaan dan memanjatkan doa.

Baca Juga : Jumat 3 April 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Lengkap dan Maknanya

Setiap rumah menjadi tempat perenungan. Tradisi ini juga menonjolkan nilai kebersamaan, karena tuan rumah biasanya menyambut dengan hasil panen seperti buah dan umbi-umbian yang kemudian dibagikan kepada peserta.

5. Memento Mori – Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Di Palangka Raya, Jumat Agung diperingati hingga malam melalui tradisi memento mori. Umat berkumpul di makam keluarga, menyalakan lilin, dan berdoa dalam suasana hening.

Kegiatan ini berlangsung semalaman hingga menjelang pagi. Selain sebagai penghormatan kepada yang telah meninggal, tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa hidup manusia bersifat sementara, sekaligus membawa harapan akan kebangkitan.

6. Perayaan Sukacita – Manado dan Maumere

Setelah melewati masa perenungan, beberapa daerah merayakan Paskah dengan penuh sukacita. Di Manado, langit malam dihiasi kembang api sebagai simbol kemenangan Kristus atas maut.

Sementara di Maumere, perayaan diwarnai dengan tarian khas yang melibatkan banyak orang. Suasana menjadi meriah dan penuh kebersamaan, sebagai bentuk rasa syukur atas harapan baru setelah penderitaan.

Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa Jumat Agung di Indonesia tidak hanya diperingati secara religius, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya. Meski berbeda cara, semua tetap bermuara pada makna yang sama yakni mengenang pengorbanan Yesus Kristus dan menumbuhkan harapan akan kehidupan yang baru.


Topik

Agama Jumat Agung Wafatnya Yesus Kristus tradisi Jumat Agung



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy