Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Kenaikan Harga Plastik Turut Berdampak pada Produksi Gula Nasional

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - May - 2026, 14:01

Placeholder
Direktur Utama Rajawali I Daniyanto saat menyampaikan sambutannya pada agenda seremonial buka giling 2026 Rajawali I Unit PG Krebet Baru. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Lonjakan harga dan gangguan pasokan bahan baku plastik dampak geopolitik global tidak hanya berimbas pada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun juga berdampak pada sektor penunjang produksi gula nasional. Meski disebut tidak terlalu signifikan, namun dampak dari adanya lonjakan pada bahan baku plastik tersebut juga turut dirasakan oleh Rajawali I Unit Pabrik Gula (PG) Krebet Baru.

Direktur Utama Rajawali I Daniyanto menuturkan, pada musim giling perdana tahun 2026 yang resmi dibuka pada Jumat (1/5/2026) tersebut, PG Krebet Baru juga turut menghadapi sejumlah tantangan. Yakni mulai dari kenaikan biaya pokok produksi kebun tebu hingga kenaikan harga plastik.

Baca Juga : Harga Diesel BP-Vivo 2 Mei 2026 Melonjak Drastis, Tembus Rp 30 Ribu

"Setiap tahun tantangannya berbeda di PG Krebet Baru maupun di pabrik gula pada umumnya. Tahun ini tantangan kami adalah kenaikkan biaya pokok produksi kebun. Semua naik, plastik khususnya di Rajawali I juga ada kenaikan," ujarnya.

Daniyanto mengaku, kenaikan harga plastik yang dialami oleh Rajawali I tersebut tergolong cukup signifikan. Yakni mengalami kelonjakan hingga puluhan persen.

"Terkait plastik khusus di Rajawali I ada kenaikan yang signifikan, hampir sekitar 35 persen. Tapi kalau di PG yang lain bisa naik hampir 200 persen," ujarnya.

Belakangan diketahui, kenaikan yang bahkan ditaksir bisa mencapai ratusan persen tersebut diperkirakan turut disebabkan karena kontrak pengadaan biji plastik yang terlambat diantisipasi.

"Tapi Alhamdulillah, dengan perencanaan yang baik, Rajawali I bisa melakukan kontrak biji plastik yang terutama untuk pengadaan karung (kemasan produksi gula, red). Sehingga produksi gula kami bisa mendapatkan harga yang kompetitif," imbuhnya.

Selain kenaikkan biaya pokok produksi kebun hingga lonjakan harga plastik, disampaikan Daniyanto, biaya pokok produksi di tingkat pabrik juga menjadi tantangan pada musim giling 2026.

"Belerang untuk bagian pemurnian, sekarang dengan kenaikan harga yang sangat signifikan juga menjadi sulit dan harganya mahal," imbuhnya.

Meski beberapa tantangan tersebut hingga sejauh ini bisa diantisipasi, namun, diutarakan Daniyanto, pihaknya tetap berharap tantangan yang turut dialami PG Krebet Baru termasuk lonjakan harga plastik tersebut dapat segera diatasi termasuk oleh pemerintah. Sehingga upaya PG Krebet Baru untuk mendukung kebutuhan gula nasional dapat terus berjalan maksimal pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga : Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Sinergi Pendidikan dan Otonomi Daerah untuk Blitar Kota Masa Depan

"Kami mohon ada kebijakan khusus agar dampak kenaikan biaya pokok produksi kebun, untuk angkutan, maupun plastik ini bisa segera teratasi," ujarnya.

Sejauh ini, diakui Daniyanto, beberapa tantangan tersebut bisa diantisipasi oleh PG Krebet Baru. Sehingga musim giling tebu dalam rangka produksi gula dapat dibuka sejak kemarin, Jumat (1/5/2026).

"Dengan perencanaan yang baik, Rajawali I Unit PG Krebet Baru bisa siap melaksanakan giling. Semoga giling tahun ini lebih baik dari tahun lalu," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Daniyanto juga turut memohon doa restu agar musim giling 2026 dapat menghasilkan keuntungan dan juga keberkahan bagi seluruh pihak. Baik petani, koperasi atau Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR), PG Krebet Baru, hingga bagi masyarakat serta seluruh mitra pemasok tebu.

"Rajawali I adalah korporasi berbasis koperasi dan petani yang masih terus eksis di Indonesia," pungkasnya.

Perlu diketahui, tebu yang bakal digiling pada musim 2026 oleh PG Krebet Baru tersebut ditargetkan mencapai 21 juta kuintal. Yakni dengan estimasi rendemen yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya menjadi 7,67 persen. Sedangkan jumlah gula yang bakal dihasilkan pada musim giling 2026 tersebut diproyeksikan kurang lebih mencapai 161 ribu ton.


Topik

Ekonomi Kenaikan Harga Plastik plastik harga plastik gula produksi gula Produksi Gula Nasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni