Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Siap-Siap Cuaca Terasa Lebih Panas, BMKG Prediksi Intensitas Hujan Mulai Menurun

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

08 - May - 2026, 10:39

Placeholder
Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Cuaca panas diperkirakan akan semakin terasa di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan mulai berkurang seiring meluasnya musim kemarau. Kondisi ini membuat langit lebih cerah pada siang hari sehingga paparan sinar Matahari terasa lebih menyengat dari biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia akan mulai berkurang dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi ini terjadi seiring meluasnya musim kemarau di berbagai daerah.

Baca Juga : Feng Shui Ungkap 6 Benda Pemicu Energi Negatif di Rumah, Nomor 5 Sering Diabaikan

BMKG menjelaskan, salah satu penyebab cuaca terasa lebih panas adalah menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering menuju Indonesia. Situasi tersebut membuat tutupan awan pada pagi hingga siang hari menjadi lebih sedikit sehingga sinar Matahari dapat langsung mencapai permukaan Bumi dengan lebih maksimal.

Dalam prakiraan cuaca sepekan ke depan, pola serupa diperkirakan masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia. Dominasi angin timuran juga mulai terlihat pada pola angin zonal nasional.

Pola angin tersebut membawa udara dengan kandungan uap air yang lebih rendah dari Australia ke Indonesia. Akibatnya, beberapa daerah mulai mengalami peralihan yang lebih stabil dari musim huan menuju musim kemarau.

“Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa sejumlah wilayah mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau sehingga peluang terjadinya hujan ikut menurun,” tulis BMKG melalui laman resminya, dikutip Jumat (8/5).

Meski potensi hujan mulai berkurang, BMKG mengingatkan bahwa sejumlah fenomena atmosfer tropis masih aktif dan dapat memicu huan di beberapa wilayah Indonesia.

Salah satunya adalah fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini diperkirakan berada di fase 2 dan bergerak menuju fase 3. Fenomena tersebut diprediksi melintasi wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Selain MJO, gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sejumlah daerah seperti pesisir timur Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, sebagian Sulawesi, Maluku dan Papua.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 8 Mei 2026: Taurus Mulai Panen Hasil, Pisces Paling Beruntung

Menurut BMKG, kondisi tersebut masih dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah meskipun tren cuaca panas mulai mendominasi.

Sementara itu, keberadaan Siklon Tropis Hagupit juga diperkirakan ikut memengaruhi kondisi cuaca Indonesia. Dalam 48 jam ke depan, siklon tersebut diprediksi menguat dan bergerak ke arah barat sehingga memicu pertemuan massa udara di wilayah utara Papua Nugini.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama cuaca panas berlangsung. Warga disarankan menggunakan tabir surya, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dan membatasi aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari.

Di sisi lain, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari mendatang.


Topik

Peristiwa Cuaca panas BMKG musim kemarau



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa