Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Belum Rilis Laporan Keuangan, Danantara Malah Bersiap Tambah Utang Rp 89,5 Triliun

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

07 - Jun - 2026, 12:14

Placeholder
Logo Danantara. (Foto: Facebook)

JATIMTIMES - Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menerbitkan obligasi baru senilai US$5 miliar atau sekitar Rp89,5 triliun menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga memasuki pertengahan 2026, lembaga yang mengelola dana investasi negara itu disebut belum menerbitkan laporan keuangan yang dapat diakses publik.

Sorotan tersebut salah satunya disampaikan konten kreator yang kerap membahas isu sosial, hukum, dan ekonomi, Morrodin88. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mempertanyakan transparansi Danantara sebelum menambah utang melalui penerbitan obligasi.

Baca Juga : Mengintip Harta Kekayaan Tiga Calon Sekda Kota Batu di LHKPN, Alfi Paling Tajir Miliki Harta Rp 9,1 Miliar

"Danantara yang mengelola dana investasi Indonesia kan sudah berjalan satu tahun nih. Tapi sampai bulan 6 belum menerbitkan laporan keuangan," ujar Morrodin88, dikutip Minggu (7/6/2026). 

Ia kemudian menyinggung rencana penerbitan obligasi yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.

"Dan sekarang tiba-tiba itu berencana untuk menerbitkan obligasi alias menambah hutang. Ya nilainya ngak tanggung-tanggung 5 miliar dolar atau 89,5 triliun rupiah. Padahal kita belum tahu duit yang tahun kemarin diapain. Aduh, gila," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan persoalan kepercayaan atau trust dari berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

"Ini lah makanya ya, entah itu dunia internasional, entah itu yang nasional. Itu semua itu mengatakan hal yang sama. Kemudian tahan yang sekarang, lack of trust," ujarnya.

Ia menilai hal-hal yang semestinya dipertanggungjawabkan kepada publik justru belum dijelaskan secara terbuka. "Ya karena hal-hal semacam begini yang seharusnya dipertanggungjawabkan dulu malah ditunda," lanjutnya.

Morrodin88 juga menyinggung kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu yang turut membawa nama Danantara dalam pembicaraan investasi.

"Ya kan kita kemarin melihat kan waktu Pak Presiden itu ke Prancis, di depannya Presiden Macron malah bilang itu mau suruh Danantara investasi di Prancis. Investasinya bentuk apa kita nggak tahu. Aduh, ini benar-benar, ini nggak tahulah, bingung ya ngeliatnya ya keadaan sekarang ya," ucapnya.

Sebelumnya, Danantara dikabarkan tengah menyiapkan penerbitan obligasi berdenominasi rupiah dengan tingkat kupon sekitar 3 persen, atau berada di bawah tingkat suku bunga pasar.

Mengutip laporan The Business Times yang merujuk dokumen yang diperoleh Bloomberg News, rencana penerbitan surat utang tersebut masih berada dalam tahap awal. Obligasi itu disebut akan terbuka bagi investor domestik maupun investor asing.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, perwakilan Danantara belum memberikan tanggapan terkait rencana penerbitan obligasi tersebut.

Langkah penggalangan dana ini muncul di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan Indonesia. Pasar saham mengalami pelemahan, sementara nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah baru terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga : Malam 1 Suro 2026 Kapan? Ternyata Bertepatan dengan Senin Pon, Ini Penjelasannya

Laporan tersebut juga menyebut sejumlah investor mulai mencermati berbagai kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai semakin intervensif.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pemerintah yang diumumkan pada Mei lalu untuk memusatkan ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Tak hanya obligasi rupiah, Danantara juga disebut telah menunjuk sejumlah bank untuk menjajaki kemungkinan penerbitan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat.

Instrumen baru yang direncanakan itu disebut menggunakan nama Obligasi Merah Putih, merujuk warna bendera Indonesia. Namun hingga kini belum terdapat informasi resmi mengenai besaran emisi maupun tenor obligasi tersebut.

Rencana Obligasi Merah Putih juga disebut memiliki kemiripan dengan Patriot Bond yang diterbitkan Danantara melalui mekanisme penempatan terbatas pada tahun sebelumnya.
Kesamaannya terletak pada tingkat kupon yang relatif rendah dibandingkan instrumen pasar lainnya.

Saat pertama kali diterbitkan, Patriot Bond sempat menjadi perbincangan di kalangan pelaku usaha dan konglomerat. Sejumlah pihak disebut merasa memiliki ruang pilihan yang terbatas untuk berpartisipasi dalam instrumen tersebut, meskipun imbal hasil yang ditawarkan berada di bawah rata-rata pasar.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang tersedia, hingga 30 April 2026, Danantara melalui anak usahanya, Danantara Investment Management, telah menerbitkan Patriot Bond dengan nilai mencapai Rp68,38 triliun.

Meski demikian, sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut Obligasi Merah Putih tidak secara khusus menyasar investor kelas atas seperti halnya persepsi yang sempat muncul pada Patriot Bond. Di sisi lain, lembaga pemeringkat internasional juga menyoroti kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Pada awal 2026, Fitch Ratings dan Moody's Ratings melaporkan penurunan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Salah satu alasannya, antara lain terkait ketidakpastian kebijakan dan melemahnya tata kelola pemerintahan.


Topik

Pemerintahan danantara obligasi laporan keuangan danantara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana