Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Juni 2026: 6 Negara Eropa dengan Suhu Terpanas, Apakah Indonesia Berisiko Mengalami Hal Serupa?

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

02 - Jul - 2026, 11:05

Placeholder
Ilustrasi Prancis alami panas ekstrem. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa pada akhir Juni hingga Juli 2026. Suhu yang terus meningkat tidak hanya memecahkan rekor di berbagai wilayah, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 orang meninggal dunia akibat kondisi yang berkaitan dengan suhu panas ekstrem. Kelompok yang paling rentan adalah warga lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun, meski dampak cuaca panas juga dirasakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Baca Juga : 5 Wilayah Terdingin di Jatim Hari Ini: Suhu Bromo Tembus 5,1 Derajat Celsius

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut gelombang panas sebagai ancaman yang sering kali tidak disadari banyak orang.

"Stres panas sering disebut sebagai pembunuh senyap. Rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk menghadapi suhu setinggi ini," tulis Tedros melalui akun X miliknya, dikutip pada Kamis (2/7).

WHO menjelaskan, suhu yang sangat tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heatstroke yang berisiko menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani.

Daftar Negara dengan Suhu Tertinggi di Eropa 2026

Berdasarkan laporan Times of India, berikut enam negara yang mencatat suhu tertinggi selama gelombang panas melanda Eropa.

1. Prancis

Wilayah Paris mencatat suhu mencapai 43,8 derajat Celsius, menjadikannya salah satu wilayah terpanas di Eropa pada akhir Juni 2026 hingga Juli 2026.

2. Spanyol

Kota Seville dan Bilbao mengalami suhu hingga 42,7 derajat Celsius, disertai meningkatnya risiko kebakaran hutan.

3. Jerman

Wilayah timur Jerman mencatat suhu 41,7 derajat Celsius, menjadi salah satu rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi di negara tersebut.

4. Republik Ceko

Menurut lembaga meteorologi CHMI, kawasan di utara Praha mencatat suhu mencapai 41,1 derajat Celsius.

5. Hungaria

Wilayah Budakalász mengalami suhu maksimum 40,7 derajat Celsius.

6. Polandia

Kota Slubice mencatat suhu mencapai 40,5 derajat Celsius, menjadi salah satu wilayah terpanas di negara itu.

WHO menyebut perubahan iklim sebagai faktor utama yang membuat gelombang panas semakin sering terjadi. Tedros mengatakan Eropa kini mengalami pemanasan sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Baca Juga : Daftar Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Belgia Bangkit Dramatis, Inggris Ikut Amankan Tiket

Menurutnya, fenomena gelombang panas yang dahulu hanya muncul sekali dalam beberapa dekade kini dapat terjadi hampir setiap tahun akibat perubahan iklim.

Salah satu penyebab suhu ekstrem tersebut adalah fenomena heat dome atau kubah panas. Fenomena ini terjadi ketika tekanan udara tinggi memerangkap massa udara panas di suatu wilayah. Udara yang turun ke permukaan bumi mengalami kompresi sehingga suhunya terus meningkat dan panas terjebak selama beberapa hari bahkan berminggu-minggu.

Apakah Indonesia Bisa Mengalami Gelombang Panas Seperti Eropa?

Fenomena gelombang panas di Eropa juga memunculkan pertanyaan apakah kondisi serupa dapat terjadi di Indonesia. Meski masyarakat di sejumlah daerah belakangan merasakan cuaca yang lebih terik, BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan gelombang panas yang terjadi di Eropa.

Menurut BMKG, suhu panas di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh musim kemarau, berkurangnya tutupan awan, serta posisi semu matahari yang membuat intensitas penyinaran lebih tinggi di sejumlah wilayah.

Indonesia juga tidak mengalami heatwave seperti negara-negara di Eropa karena secara klimatologis merupakan wilayah beriklim tropis. Sementara itu, gelombang panas umumnya terjadi di negara beriklim subtropis atau sedang ketika suhu udara meningkat jauh di atas rata-rata selama beberapa hari berturut-turut.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak cuaca panas, seperti dehidrasi, kelelahan akibat paparan sinar matahari, hingga risiko gangguan kesehatan lainnya. BMKG mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari.

WHO Dorong Negara Siapkan Rencana Antisipasi

Menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan semakin sering terjadi, WHO meminta negara-negara di Eropa memperkuat rencana aksi kesehatan terkait gelombang panas. Langkah tersebut mencakup sistem peringatan dini, kesiapan layanan kesehatan, hingga perlindungan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

WHO menilai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi semakin penting untuk menekan risiko korban jiwa akibat gelombang panas di masa mendatang.


Topik

Peristiwa panas ekstrem who negara terpanas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa