Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Jangan Terkecoh, Kemiskinan Juga Bisa Jadi Celah Tipu Daya Iblis

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

04 - Jul - 2026, 10:01

Placeholder
Ilustrasi orang yang dalam keadaan miskin harta rentan tergoda iblis (ist)

JATIMTIMES - Sebelum membahas tipu daya iblis kepada orang kaya, ulama klasik Islam justru mengingatkan bahwa orang miskin juga tidak luput dari berbagai godaan yang dapat merusak keikhlasan dan amalnya. Kemiskinan bukan jaminan seseorang terbebas dari bisikan setan. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya sifat riya, meminta-minta tanpa kebutuhan, hingga merasa diri lebih mulia dibanding orang lain.

Dalam kitab Talbis Iblis, ulama besar Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa iblis memiliki banyak cara untuk menyesatkan orang-orang yang hidup dalam keterbatasan. Salah satunya dengan mendorong seseorang sengaja menampilkan diri sebagai orang miskin, padahal sebenarnya memiliki kecukupan harta, demi memperoleh simpati atau pujian dari orang lain.

Baca Juga : Developer Jombang yang Rugikan 17 User Rp 2,8 Miliar Ditetapkan Tersangka

Ibnul Jauzi menjelaskan, "Orang-orang miskin pun tidak luput dari tipu daya iblis. Di antara mereka ada yang sengaja menampakkan diri sebagai orang miskin, padahal sebenarnya kaya."

Godaan lain yang disebutkan ialah kebiasaan meminta-minta tanpa adanya kebutuhan yang mendesak. Islam memberikan peringatan keras terhadap perilaku tersebut karena dapat menghilangkan kehormatan diri dan menjadi dosa apabila dilakukan hanya untuk memperkaya diri.

Peringatan itu ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Nabi Muhammad bersabda, "Barang siapa meminta-minta harta manusia karena ingin memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya ia meminta bara api neraka. Karena itu, terserah apakah ia meminta sedikit atau banyak." Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Ibnul Jauzi juga mengingatkan bahaya ketika seseorang menampakkan kemiskinannya agar dipandang sebagai pribadi yang zuhud. Sikap semacam itu termasuk bentuk riya karena tujuan utamanya bukan menjaga keikhlasan, melainkan memperoleh penilaian baik dari manusia.

Lebih jauh lagi, apabila seseorang sebenarnya masih menikmati berbagai nikmat Allah, tetapi sengaja memperlihatkan dirinya serba kekurangan agar terhindar dari kewajiban berbagi, maka perilaku tersebut tidak hanya menunjukkan sifat kikir, tetapi juga seolah mengeluhkan ketetapan Allah atas dirinya.

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Soroti Maraknya Remaja Bawah Umur Jadi Eksekutor Curanmor

Sebaliknya, bagi orang yang benar-benar hidup dalam kemiskinan, para ulama salaf mencontohkan sikap menjaga kehormatan diri dengan tidak mudah memperlihatkan kesulitannya kepada orang lain. Bahkan, diceritakan ada di antara mereka yang membawa anak kunci agar orang mengira memiliki rumah, padahal tempat tinggalnya hanyalah masjid. Hal itu dilakukan demi menjaga martabat dan menghindari rasa iba yang berlebihan dari orang lain.

Ibnul Jauzi juga mengingatkan adanya tipu daya lain yang lebih halus, yaitu munculnya perasaan lebih baik daripada orang-orang kaya karena menganggap kemiskinan identik dengan kezuhudan. Menurutnya, anggapan tersebut merupakan kekeliruan. Nilai seseorang di hadapan Allah tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya harta yang dimiliki, melainkan oleh kebersihan hati, keikhlasan, serta amal saleh yang dikerjakan.


Topik

Agama iblis tipu daya iblis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana