JATIMTIMES - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru jenjang SMA/SMK tahun ajaran 2026 akan berlangsung selama lima hari. Pada pelaksanaannya tahun ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengusung tema MPLS Ramah sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa baru.
Melalui konsep tersebut, kegiatan MPLS tidak lagi hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter, memperkuat kemampuan sosial emosional, mengenalkan budaya sekolah, hingga membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Baca Juga : Aphelion Juli 2026 Terjadi Hari Ini, Apa Itu dan Benarkah Bikin Bumi Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG
Kemendikdasmen menegaskan, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan di lingkungan sekolah. Apabila sekolah ingin menyelenggarakan kegiatan di luar sekolah, pelaksanaannya wajib memperoleh persetujuan dari Kemendikdasmen atau dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.
Selain itu, MPLS Ramah juga menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun praktik perpeloncoan. Melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan interaktif, siswa diharapkan dapat mengenal warga sekolah, memahami tata tertib, serta membangun hubungan yang positif sejak hari pertama masuk sekolah.
Lantas, seperti apa jadwal lengkap MPLS SMA/SMK 2026? Berikut rangkaian kegiatannya.
Hari Pertama
Hari pertama diawali dengan salam sapa kepada murid baru sebelum kegiatan dimulai. Selanjutnya peserta didik mengikuti upacara bendera selama 30 menit, dilanjutkan pengenalan diri selama 15 menit.
Siswa kemudian memperoleh materi Wawasan Wiyata Mandala selama 40 menit, dilanjutkan kegiatan "Aku dan Sekolahku" selama 50 menit serta "Aku dan Sekitarku" selama 45 menit.
Agenda berikutnya adalah kegiatan "Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat" selama 75 menit yang bertujuan menumbuhkan karakter sekaligus memperkuat dimensi profil lulusan peserta didik. Hari pertama ditutup dengan materi keadaban dan keamanan digital selama 35 menit serta refleksi dan doa penutup selama 10 menit.
Hari Kedua
Pada hari kedua, peserta didik baru diajak mengenali potensi diri sekaligus membangun hubungan positif dengan warga sekolah.
Kegiatan diawali melalui Pertemuan Pagi Ceria, pengecekan denyut jantung, dan tes fleksibilitas selama 90 menit. Setelah itu, siswa mengikuti eksplorasi diri untuk menggali potensi yang dimiliki selama 25 menit.
Selanjutnya terdapat Ruang Perjumpaan Murid Baru selama 90 menit yang bertujuan membantu siswa mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi dengan warga sekolah.
Peserta juga mengikuti kegiatan "Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, Hargai" selama 85 menit. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan empati, memberikan dukungan psikologis awal, sekaligus menjaga kesehatan mental diri sendiri maupun teman. Hari kedua diakhiri dengan refleksi dan doa penutup.
Hari Ketiga
Hari ketiga difokuskan pada pemetaan kemampuan awal peserta didik dan pengembangan literasi.
Siswa akan mengikuti identifikasi awal kondisi sosial emosional, konsentrasi belajar, asesmen literasi, asesmen numerasi, hingga identifikasi bakat dan minat selama 115 menit.
Selain itu, terdapat materi kesiapsiagaan bencana di sekolah selama 40 menit, literasi digital selama 45 menit, serta edukasi mengenai dampak negatif kecanduan gim daring selama 35 menit.
Baca Juga : Daftar 5 Negara yang Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Spanyol Susul Maroko hingga Inggris
Sekolah juga akan memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih peserta didik sebelum kegiatan ditutup dengan refleksi dan doa.
Hari Keempat
Pada hari keempat, peserta didik mendapatkan pengenalan mengenai delapan dimensi profil lulusan. Khusus siswa SMK, juga diperkenalkan profil lulusan melalui konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha).
Selanjutnya siswa mengikuti pengenalan kurikulum melalui penumbuhan motivasi, semangat belajar, dan cara belajar efektif selama 110 menit.
Materi lain yang diberikan meliputi bahaya NAPZA dan berbagai fenomena sosial yang dihadapi remaja. Kemudian dilanjutkan kegiatan ASRI (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama) selama 105 menit untuk membantu siswa mengenali sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekitar sekolah.
Hari keempat ditutup dengan refleksi dan doa bersama.
Hari Kelima
Hari terakhir MPLS lebih banyak diisi dengan penguatan budaya sekolah dan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas.
Setelah Pertemuan Pagi Ceria selama 30 menit, peserta didik akan dikenalkan dengan budaya sekolah sesuai kekhasan masing-masing satuan pendidikan. Khusus SMK, siswa juga akan mendapatkan pengenalan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Agenda utama pada hari terakhir adalah unjuk karya yang berlangsung selama 230 menit. Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi, doa, dan penutupan resmi MPLS.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan peserta didik baru tidak hanya lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal karakter, kemampuan sosial, serta pemahaman mengenai budaya sekolah sebagai fondasi selama menempuh pendidikan.
Dengan konsep MPLS Ramah, proses pengenalan sekolah diharapkan menjadi pengalaman yang positif, menyenangkan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
