Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Harga BBM Agustus 2026 Naik atau Turun? Ini Bocorannya 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

27 - Jul - 2026, 18:32

Placeholder
Potret Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di salah satu wilayah di Indonesia. (Foto: laman Daihatsu)

JATIMTIMES - Menjelang pergantian bulan, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai kemungkinan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Agustus 2026. Pasalnya, penyesuaian harga BBM umumnya dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, hingga harga acuan internasional.

Hingga Senin (27/7/2026), pemerintah belum mengumumkan secara resmi harga BBM yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2026. Meski demikian, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bahwa harga BBM nonsubsidi berpeluang mengalami penyesuaian seiring tren penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga : Polres Lamongan Tangani Dua Laporan Terpisah Soal Dugaan Pencurian Besi dan Penganiayaan di Ruko Kebet

Bahlil mengatakan pemerintah telah meminta badan usaha penyalur BBM, baik Pertamina maupun perusahaan swasta, untuk menyesuaikan harga apabila tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut.

"Tadi setelah saya melakukan rapat paripurna kabinet yang dipimpin oleh Bapak Presiden, kami melanjutkan pertemuan dengan Bapak Presiden. Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini, dan alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum," ujar Bahlil, dikutip CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026).

Ia memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan karena pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dan BBM hingga akhir tahun.

"Yang kedua, saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude, BBM, alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insya Allah akhir tahun enggak ada masalah. Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insya Allah enggak ada kenaikan sama sekali," tegasnya.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, Bahlil menyebut pemerintah tengah menghitung formulasi harga yang dinilai adil bagi masyarakat sekaligus tidak memberatkan badan usaha.

"Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian," katanya.

Saat ditanya apakah hal tersebut berarti harga Pertamax akan turun mulai Agustus, Bahlil belum memberikan kepastian.

"Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan. Karena kita teman-teman tahu kan bahwa kadang-kadang harga ICP hari ini naik, besok turun. Enggak sampai dua hari naik lagi." jelasnya. 

"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," sambungnya.

Baca Juga : Reses di Mojokerto, Hidayat DPRD Jatim Kawal Isu Bansos Tepat Sasaran hingga UMKM

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa peluang penurunan harga BBM nonsubsidi terbuka, meski keputusan akhirnya masih menunggu evaluasi pemerintah dan badan usaha menjelang awal Agustus.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) terakhir kali memperbarui harga BBM nonsubsidi pada 1 Juli 2026. Dalam penyesuaian tersebut, Pertamina menurunkan harga beberapa jenis BBM nonsubsidi, terutama produk diesel dan BBM beroktan tinggi. Sementara itu, harga Pertamax maupun BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah Jawa Timur
• Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
• Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter (tetap)
• Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (tetap)
• Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (tetap)
• Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.300 per liter, turun dari Rp20.750 per liter
• Dexlite: Rp19.700 per liter, turun dari Rp23.000 per liter
• Pertamina Dex: Rp21.150 per liter, turun dari Rp24.800 per liter

Apa yang Menentukan Harga BBM?

Harga BBM nonsubsidi di Indonesia tidak hanya mengikuti harga minyak mentah dunia. Pemerintah juga memperhitungkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP), Mean of Platts Singapore (MOPS), serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk penyesuaian harga yang berlaku mulai 1 Agustus 2026, perhitungan tersebut mengacu pada rata-rata perkembangan ketiga indikator selama Juni hingga Juli 2026.

Pemerintah sendiri memproyeksikan ICP Juli berada di kisaran US$67 hingga US$71 per barel. Namun realisasinya masih bergantung pada perkembangan pasar energi global, kondisi geopolitik, hingga keseimbangan pasokan dan permintaan minyak dunia.


Topik

Ekonomi bbm bbm nonsubsidi bbm naik bahalil lahadalia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi