Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Malas Gerak Ternyata Bisa Pengaruhi Hormon Stres, Ini Kata Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Aug - 2026, 17:17

Placeholder
Ilustrasi rebahan. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang bergerak ternyata tak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh. Respons tubuh terhadap stres juga bisa ikut terpengaruh.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi (nefrologi), dr Decsa Medika Hertanto, menjelaskan orang yang jarang bergerak dapat mengalami respons hormon stres yang lebih tinggi ketika menghadapi tekanan.

"Tau nggak sih? Ternyata malas gerak itu bikin respon hormon stres kita jadi lebay," kata dr Decsa dalam konten yang dibagikan di Instagram pribadinya, dikutip Rabu (12/8/2026). 

Menurut dia, hal tersebut terlihat dari penelitian yang membandingkan orang yang banyak duduk dengan mereka yang aktif bergerak. Kedua kelompok tersebut diberikan situasi stres yang sama.

"Jadi, ada penelitian yang bandingin orang yang banyak duduk sama yang aktif gerak. Dikasih di situasi stres yang sama," ujarnya.

Hasil penelitian tersebut, lanjut dr Decsa, menunjukkan adanya perbedaan respons hormon stres. Orang yang jarang bergerak mengalami peningkatan kortisol lebih tinggi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali turun.

"Hasilnya, yang males gerak, kortisolnya melonjak lebih tinggi dan lebih lama turunnya. Yang rajin gerak, badannya lebih santui, tetap naik, tapi nggak segila itu, cepat balik normal," jelasnya.

Untuk menggambarkan kondisi tersebut, dr Decsa menggunakan analogi sistem alarm rumah.

"Analoginya gini, bayangin badan kalian itu kayak sistem alarm rumah, rajin latihan, alarm terkalibrasi dengan baik. Ada maling beneran, baru bunyi, habis itu diem," katanya.

Sebaliknya, tubuh yang jarang mendapatkan aktivitas fisik dianalogikan seperti alarm yang terlalu sensitif. Respons terhadap pemicu stres bisa menjadi lebih besar.

"Sedangkan yang malas gerak, alarm jadi sensitif banget. Angin lewat dikit aja, bunyinya kenceng, lama, baru berhenti," lanjutnya.

Untuk diketahui, kortisol sendiri merupakan salah satu hormon yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres. Hormon ini membantu tubuh menghadapi situasi yang dianggap menekan atau mengancam.

Peningkatan kortisol dalam situasi stres merupakan bagian dari respons normal tubuh. Yang menjadi perhatian adalah ketika respons stres berlangsung berlebihan atau tubuh membutuhkan waktu lama untuk kembali ke kondisi normal.

Menurut dr Decsa, respons stres yang berlebihan dan berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan sejumlah dampak pada tubuh.

"Kortisol berlebihan dan kelamaan ini yang bahaya, bisa bikin gampang capek, susah tidur, gampang emosi, sampai nambah lemak di perut," ungkapnya.

Namun, respons terhadap stres tidak selalu sama pada setiap orang. Ada orang yang mengekspresikannya dengan mudah marah, sementara lainnya justru menjadi murung atau memilih diam.

"Dan respons stres tiap orang beda-beda. Ada yang gampang marah, murung, muka ditekuk, atau diem aja," tuturnya.

Karena itu, dr Decsa mendorong masyarakat untuk tidak membiarkan tubuh pasif sepanjang hari. Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat atau dilakukan dalam waktu lama.

Gerakan sederhana yang dilakukan secara rutin juga bisa menjadi pilihan. Misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, melakukan squat, hingga stretching di sela-sela pekerjaan.

"Jadi, usahain gerak dikit-dikit. Jalan kaki, naik tangga, squat, stretching, pas kerja, atau di sela-selanya," kata dr Decsa.

Menurutnya, hal yang penting adalah menghindari kebiasaan diam sepanjang hari. "Yang penting, jangan diem seharian," pungkas dr Decsa. 


Topik

Kesehatan Hormon Stres stres makasih gerak kesehatan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni