JATIMTIMES – Sebanyak 10 Jembatan Merah Putih Garuda di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah rampung dibangun dan mulai dioperasikan. Keberadaan jembatan tersebut kini dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama warga di wilayah pelosok desa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0823/Situbondo menyebut pembangunan Jembatan Merah Putih Garuda menjadi salah satu upaya membuka akses masyarakat sekaligus memperlancar konektivitas antarkawasan di sejumlah desa.
Baca Juga : Lakukan Evaluasi, Pemkot Surabaya Siapkan Pengawas Khusus Medis dan Nutrisi Satwa di KBS
Komandan Kodim 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian mengatakan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan usulan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Pada tahap awal, Pemkab Situbondo mengusulkan pembangunan sebanyak 21 titik.
Sementara pada tahap kedua, terdapat tambahan usulan pembangunan sebanyak 15 titik. Dengan demikian, total jembatan yang diusulkan Pemkab Situbondo mencapai 36 titik yang tersebar di berbagai pelosok desa.
"Total ada 36 titik yang diusulkan, dan sudah dikerjakan ada 16 lokasi/titik, terdiri dari tujuh jembatan aramco dan sembilan jembatan perintis atau jembatan gantung. Sepuluh jembatan di antaranya sudah dioperasikan," kata Ferry saat peresmian jembatan perintis di Desa Sumbertengah, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Kamis (13/8/2026).
Menurut Ferry, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terlebih, sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pembangunan selama ini menghadapi persoalan akses akibat kondisi geografis maupun kerusakan infrastruktur.
Jembatan yang telah selesai dibangun kini mulai digunakan masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas warga, kegiatan ekonomi, hingga akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan publik.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang turut hadir dalam peresmian mengatakan, Pemerintah Kabupaten Situbondo terus berkoordinasi dengan Kodim 0823/Situbondo untuk memastikan pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurut Rio, pembangunan Jembatan Merah Putih Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses masyarakat melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga : Tanah 676 Meter Persegi Jadi Sengketa, Warga Gugat Pemdes Plosowahyu Lamongan ke KIP dan Ombudsman
"Untuk pembangunan jembatan ini ada yang memang tidak ada jembatan selama ini, dan ada pula jembatan yang kondisinya rusak akibat banjir," kata Bupati Rio.
Ia menegaskan, keberadaan jembatan memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan pelosok. Akses yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong aktivitas perekonomian di desa.
Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kodim 0823/Situbondo pun akan terus melakukan koordinasi terkait kebutuhan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah. Usulan yang telah disampaikan akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan telah beroperasinya 10 jembatan dari 16 titik yang sudah dikerjakan, masyarakat di sejumlah desa kini mendapatkan akses penghubung yang lebih layak. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok Kabupaten Situbondo.
