Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Siklon Luana Terjadi di Australia, Mengapa Dampak Angin Kencangnya Sampai ke Jawa Timur?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

25 - Jan - 2026, 16:07

Placeholder
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES – Angin kencang yang terasa hampir sepanjang hari di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir bukanlah fenomena cuaca lokal semata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi tersebut merupakan dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terbentuk di wilayah sekitar Australia.

Meski pusat siklon berada jauh di selatan Indonesia, tepatnya di perairan sebelah utara Australia atau selatan Nusa Tenggara, efek tarikannya cukup kuat hingga memengaruhi pola angin di Jawa Timur. Embusan angin kencang bahkan dilaporkan menyebabkan pohon tumbang di sejumlah daerah serta mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga : Pembangunan Drainase Selesai, Penghijauan Suhat Masih Jadi Catatan

Data meteorologi menunjukkan, Siklon Tropis Luana merupakan sistem badai dengan kekuatan signifikan. Di pusatnya, kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 105 km/jam atau sekitar 56 knot. Tekanan udara di pusat badai ini juga turun drastis hingga 980 hPa, menandakan sistem tekanan rendah yang sangat kuat.

Kondisi tekanan rendah ekstrem tersebut memicu efek layaknya “penyedot debu raksasa” di atmosfer. Perbedaan tekanan udara inilah yang kemudian mengacaukan pola sirkulasi angin di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.

BMKG menjelaskan, udara secara alami bergerak dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah. Saat Siklon Tropis Luana aktif di selatan, massa udara dari wilayah utara, termasuk dari Laut Jawa, tertarik secara masif menuju pusat badai tersebut.

Akibatnya, aliran angin dari Laut Jawa dipaksa bergerak lebih cepat dan melintasi daratan Jawa Timur sebelum menuju pusat siklon di selatan. Kondisi ini membuat Jawa Timur menjadi semacam “jalur lintasan” angin kencang, sehingga hembusannya terasa kuat dan konsisten, umumnya dari arah utara ke selatan.

Inilah sebabnya, meski siklon berada ribuan kilometer dari Indonesia, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Timur.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BMKG memastikan bahwa pada hari ini, Minggu (25/1/2026), Siklon Tropis Luana telah melemah. Bahkan, Bureau of Meteorology Australia menyatakan Siklon Tropis Luana telah punah setelah terus bergerak melintasi Benua Australia.

Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa sisa dampak tidak langsung dari sistem atmosfer tersebut masih bisa dirasakan dalam waktu singkat, terutama berupa angin kencang dan kondisi laut yang bergelombang.

Baca Juga : Angin Kencang di Jawa Timur Kapan Berakhir? Ini Penjelasan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar risiko akibat angin kencang bisa diminimalkan.

Hindari pohon-pohon tua dan rimbun, khususnya di tepi jalan utama dan kawasan permukiman padat. Termasuk tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon besar menjadi langkah penting untuk menghindari risiko tertimpa dahan patah atau pohon tumbang.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi baliho dan papan reklame berukuran besar yang berpotensi roboh akibat terpaan angin kencang yang terjadi terus-menerus.

Dari sisi kesehatan, angin kencang kerap membawa debu dan partikel halus. Penggunaan masker serta jaket pelindung disarankan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang beraktivitas di luar ruangan.


Topik

Peristiwa Siklon Tropis Luana angin kencang Jatim BMKG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy