Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Ternyata Ada 2 Geopark Kelas Dunia di Jawa Timur yang Diakui UNESCO

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

06 - Jun - 2026, 19:32

Placeholder
Potret Blue Fire di Kawah Ijen Banyuwangi. (Foto: National Geographic)

JATIMTIMES - Jawa Timur ternyata mempunyai dua kawasan geowisata berstatus kelas dunia yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Tak hanya menawarkan panorama alam memukau, dua kawasan ini juga menyimpan warisan geologi, budaya, hingga sejarah yang memiliki nilai internasional.

Kedua kawasan tersebut adalah Ijen UNESCO Global Geopark dan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Keduanya masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp), sebuah pengakuan yang diberikan kepada kawasan dengan warisan geologi penting yang dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga : Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Resmikan TUK Astra Honda di SMK Islam 1 Blitar

Keberadaan dua geopark tersebut membuktikan bahwa Jawa Timur bukan hanya kaya destinasi wisata alam, tetapi juga memiliki kekayaan geologi yang diakui dunia. Mulai dari fenomena api biru di Kawah Ijen hingga bentang karst purba Gunung Sewu, semuanya menjadi bagian dari aset alam yang bernilai tinggi.

Apa Itu UNESCO Global Geopark?

Berdasarkan keterangan UNESCO, UNESCO Global Geopark merupakan kawasan geografis yang memiliki warisan geologi bernilai internasional dan dikelola melalui pendekatan perlindungan, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan.

Saat ini terdapat ratusan UNESCO Global Geopark yang tersebar di berbagai negara. Konsep geopark tidak hanya menitikberatkan pada keindahan alam, tetapi juga menghubungkan aspek geologi dengan budaya lokal, sejarah, hingga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, geopark bukan sekadar destinasi wisata. Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi, konservasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Pengelolaannya dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, mulai pemerintah daerah, komunitas, pelaku wisata hingga warga setempat. Tujuannya agar kawasan tersebut tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, UNESCO Global Geopark juga berperan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, hingga upaya mitigasi perubahan iklim dan bencana alam.

1. Kawah Ijen

Salah satu geopark kebanggaan Jawa Timur adalah Ijen UNESCO Global Geopark yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso.

Kawasan ini dikenal luas karena memiliki lanskap vulkanik yang unik serta fenomena geologi yang langka. Daya tarik utamanya adalah Kawah Ijen yang memiliki danau kawah berwarna hijau toska dan dikenal sebagai salah satu danau kawah paling asam di dunia.

Ijen juga terkenal dengan fenomena blue fire atau api biru yang muncul dari gas belerang bersuhu tinggi. Fenomena langka tersebut hanya dapat disaksikan pada malam hingga dini hari dan menjadi salah satu ikon wisata Indonesia yang dikenal wisatawan mancanegara.

Dari sisi geologi, kawasan Ijen terbentuk melalui aktivitas vulkanik selama jutaan tahun. Sistem kalderanya menyimpan sekitar 22 kerucut gunung api, kawah, serta aliran lava yang menunjukkan proses pembentukan bumi yang kompleks.

Status UNESCO Global Geopark untuk kawasan Ijen resmi ditetapkan pada 24 Mei 2023 dalam sidang UNESCO di Paris, Prancis. Sebelumnya, Ijen lebih dulu dinyatakan lolos dalam sidang Council UNESCO yang berlangsung di Satun, Thailand, pada September 2022.

Baca Juga : Soroti Deforestasi dan Kerusakan Wilayah Hulu, WALHI Peringatkan Jawa Timur Berada di Jurang Krisis Ekologi

Sejak mendapat pengakuan internasional tersebut, Ijen semakin dikenal sebagai kawasan wisata alam sekaligus laboratorium geologi terbuka yang memiliki nilai edukasi tinggi.

2. Gunung Sewu

Selain Ijen, Jawa Timur juga memiliki bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yang membentang hingga wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan yang kerap dijuluki "Pegunungan Seribu" ini terkenal karena bentang alam karst purba yang terbentuk selama jutaan tahun. Geopark tersebut memanjang sekitar 120 kilometer dari barat ke timur dan mencakup wilayah Pacitan, Wonogiri, hingga Gunungkidul.

Lanskapnya didominasi perbukitan kapur berbentuk kerucut, dolina, lembah karst, sungai bawah tanah, serta ratusan gua alami.
Keunikan Gunung Sewu tidak hanya terletak pada geologinya. Kawasan ini juga menyimpan warisan budaya dan sejarah yang sangat kaya.

Di wilayah ini ditemukan berbagai jejak kehidupan manusia purba dari masa Paleolitikum hingga Neolitikum. Budaya batu Pacitan bahkan dikenal sebagai salah satu peninggalan prasejarah penting di Asia Tenggara.

Selain itu, kawasan Gunung Sewu berada di dekat zona subduksi aktif yang membentuk karakter alamnya selama jutaan tahun. Di bagian selatan, pengunjung dapat menemukan deretan pantai berpasir putih yang berpadu dengan tebing karst, terumbu karang, dan ekosistem laut yang masih terjaga.

Dalam pengembangannya, Gunung Sewu aktif menjalankan berbagai program edukasi. Salah satunya adalah School to Geopark yang mengajak pelajar mempelajari hubungan antara geologi, budaya, dan lingkungan secara langsung di lapangan.

Keberadaan Museum Karst Indonesia juga menjadi sarana penting untuk mengenalkan kekayaan geologi sekaligus menjaga warisan alam kawasan tersebut.

Gunung Sewu memperoleh status UNESCO Global Geopark pada 19 September 2015. Sebelum itu, kawasan ini lebih dulu ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2013.

Demikian dua UNESCO Global Geopark yang menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki kekayaan alam yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga bernilai ilmiah, budaya, dan sejarah tinggi.


Topik

Wisata Geopark geopark di Jatim Jawa Timur UNESCO



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bondowoso Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy